Politik memanas, ekonomi terpuruk, degradasi moral
Opini'pun bergulir bagai bola liar
Pengamat yang hanya mengamati
Politikus yang hanya mengeratngerat
Praktisi hukum yang selalu ingin yang praktis-praktis saja
Sejarawan yang notebene bukan pelaku sejarah
Ilmuwan dengan teorinya memformulasikan kebenaran
Semua menyampaikan kebenaran
Semua mendebat kebenaran
Teori ilmiah, hipotesa, atau bahkan hanya praduga
Kebenaran yang belum pasti dasar dan pijakannya
Kebenaran dulu terbantahkan kebenaran sekarang
Kebenaran kini mungkin akan terbantahkan kebenaran yang akan datang
Kebenaran semakin samar-samar terkabuti keakuannya
Kebenaran diperkosa masal
Ramai-ramai menodai kehormatan
Kebenaran tak lagi meraja dari para pelontar kebenaran
Kebenaran layaknya komoditas non migas
Di televisi
Di koran-koran
Di dunia maya
Kebenaran jadi buronan
Dicari-cari di forum debat kusir
Didebat dalam ruang sidang
Di arak-arak di pengadilan jalanan
Di idam-idamkan bukan hanya oleh ibu hamil
Bahkan sampai ke liang kubur
Si mayat pun harus menjadi pengungkap suatu kebenaran
Biarlah waktu terus bergulir
Hingga kebenaran memperlihatkan rupanya
Hingga para pencari kebenaran
Tak tersesat di ujung keakuannya
Artikel ~ Download ~ Sharing ~ Puisi ~ Anime ~ About Angel Karundeng ~ About Manchester United [My Twitter: @Evvann_]
Sabtu, 07 Maret 2015
UJAR SEORANG GILA
Hehehe
Garuk-garuk kepala aku dibuatnya
Betapa tidak..?
Aku saja ingin waras tapi mereka seperti gila
Aku melompat-lompat mereka lompat dari gedung bertingkat
Aku tertawa kecil mereka terbahak-bahak diatas luka
Menangisku karena hampa menangis mereka air mata buaya
Pikiranku apa adanya pikiran mereka lebih menggila
Tatap mataku kosong tatapan mereka penuh tanda tanya
Ujarku meracau ujar mereka mengacau balau
Aku mengotori tangan mereka malah mencuci tangan
Buang hajatku sembarangan mereka buang buah cintanya di sembarang sampah
Hahaha
Dunia sudah terbalik rupanya
Aku ingin jadi kamu malah kamu ingin jadi aku
Aku makan dari yang tersisa mereka makan sendiri hingga tak tersisa
Aku yang sedikit waras terpenjara mereka yang memang tak waras malah bertamasya
Aku tidur siang mereka meniduri balai sidang
Aku tidur malam mereka meniduri kupu-kupu malam
Jari-jariku berlumur debu jari-jari mereka berlumur darah
Tubuhku telanjang dada mereka menelanjangi dada
Telingaku tuli tak mendengar telinga mereka mendengar tapi seperti tuli
Mulutku bau busuk sampah mulut mereka bau busuk narkoba
Hihihi
Temanku jadi bertambah
Tapi mereka mengucilkan aku
Tak ingin dekat denganku
Padahal perilaku mereka tak ubahnya diriku
Aku begini karena memang aku gila
Tapi mereka tak waras padahal bukan orang gila
Huhuhu
Aku menangis mereka bukan menangisi diriku yang gila
Garuk-garuk kepala aku dibuatnya
Betapa tidak..?
Aku saja ingin waras tapi mereka seperti gila
Aku melompat-lompat mereka lompat dari gedung bertingkat
Aku tertawa kecil mereka terbahak-bahak diatas luka
Menangisku karena hampa menangis mereka air mata buaya
Pikiranku apa adanya pikiran mereka lebih menggila
Tatap mataku kosong tatapan mereka penuh tanda tanya
Ujarku meracau ujar mereka mengacau balau
Aku mengotori tangan mereka malah mencuci tangan
Buang hajatku sembarangan mereka buang buah cintanya di sembarang sampah
Hahaha
Dunia sudah terbalik rupanya
Aku ingin jadi kamu malah kamu ingin jadi aku
Aku makan dari yang tersisa mereka makan sendiri hingga tak tersisa
Aku yang sedikit waras terpenjara mereka yang memang tak waras malah bertamasya
Aku tidur siang mereka meniduri balai sidang
Aku tidur malam mereka meniduri kupu-kupu malam
Jari-jariku berlumur debu jari-jari mereka berlumur darah
Tubuhku telanjang dada mereka menelanjangi dada
Telingaku tuli tak mendengar telinga mereka mendengar tapi seperti tuli
Mulutku bau busuk sampah mulut mereka bau busuk narkoba
Hihihi
Temanku jadi bertambah
Tapi mereka mengucilkan aku
Tak ingin dekat denganku
Padahal perilaku mereka tak ubahnya diriku
Aku begini karena memang aku gila
Tapi mereka tak waras padahal bukan orang gila
Huhuhu
Aku menangis mereka bukan menangisi diriku yang gila
Langganan:
Komentar (Atom)
