Jumat, 17 April 2015

PENGUNGKAPAN HATIKU

Tak pernah ku inginkan dirimu seperti itu
Meninggalkan aku begitu saja
Menahan luka yang memerah untuk kesekian kali
Membalut hati yang letih dengan air mata

Ketika waktu telah diujung penantian
Saat kita akan berpisah
Tataplah mataku untuk terakhir kali
Dan kau akan Mendapatkan kedamaian yang memang sengaja kusimpan untukmu

Rinai mimpi temani sepiku yang mengendap
Kala aku mengingatmu, dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi, jalani hidup sendiri
Andai waktu terulang
Aku akan tetap tak berubah

Selalu ada cerita tersimpan di hatiku
Tentang kita tersenyum
Tentang kita tertawa
Yang kini tinggal kenangan
Sebab kau lah penyebab kita berpisah!
Apakah pernah kau rasakan apa yang aku rasakan..?

Tersenyumlah ketika kau ingat aku
Menangislah jika kau mengingat semuanya
Aku bungkam disini menyendiri
Bukan karena aku tak peduli
Tapi,
Aku tak tahu
Apalagi yang harus kulakukan untuk untuk hadirkan senyummu lagi
Karena perih itu pun jelas terbayang dimataku

Aku tak disampingmu
Bukan aku tak mau
Karena aku tak tahu lagi
Bagaimana aku bisa menghadirkan dirimu lagi

Kenangan dirimu tentang tertawa, ceria dan bahagia
Seperti dulu
Ketika aku mencoba untuk melupakanmu
Semua tak bisa
Karena ternyata hanya kenanganmu lah yang tak hilang!

Datanglah padaku ketika kau membutuhkan perasaan ini
Aku akan setia menunggumu

Berlari mengejar angin, tertepi riuh deburnya bunga
Menanti cinta tulus akan menepi
Takkan lagi ku mendengar suaramu sebagai keajaiban diriku
Bayang dirimu menghilang
Takkan kudengar lagi suaramu, nyanyikan keajaiban kecilmu

Saat embun pagi datang getarkan relung hati kecil'ku
Akankah terasa lagi senja yang hadir saat kau beri padaku dulu..?

Menatap langit biru terlukis senyum ceria
Bertaburkan riuh indah dunia
Aku adalah lelaki yang memegang teguh janjiku
Dan bertahan seterjal apapun cinta itu
Tak peduli ia tak memperdulikanku
Aku tetap setia menantinya

CINTA YANG HILANG

Telah ku lakukan apa yang ku bisa
Telah kuberikan semua yang ku punya
Aku menyayangimu
Lebih dari ku menyayangi diriku sendiri

Ketika cintaku di uji dengan wanita
Aku memilihmu
Ketika cintaku di uji dengan harta
Aku memilihmu
Tetapi tidak denganmu

Kau buat ku kecewa
Kau buat ku berduka
Kau dustakan semua cinta
Kau dustakan semua kasih
Cintamu kini telah hilang

LUKA HATI

Mengapa kau selalu membuat aku menangis..?
Selama ini aku slalu ada buat kamu
Tapi,
Kamu seakan tak peduli
Dengan kasih sayang dan cinta yang kuberikan padamu

Mungkin aku hanya sebagai bonekamu
Yang bisa selalu kau permainkan

Kamu telah membuat luka
Aku tak menyangka kamu akan membuat luka
Luka yang teramat dalam ini dihatiku

CINTAMU BERTABUR DUSTA

Keindahanmu silaukan penglihatanku
Kata manismu indahkan pendengaranku
Lama ku menemani hidupmu berteman dustamu

Semakin ku larut bersamamu
Semakin ku ingin meninggalkan dirimu
Tapi hatiku membelengguku
Merantai langkahku
Menahanku tuk terus bersamamu
Entah aku yang naif dan lugu
Atau..
Kau tak memiliki hati
Hingga tak henti menaburkan kedustaan di hidupku

Canda tawa bahagia ini hanya keterpaksaan
Tuk menyembunyikan ketidakadilan yang ku rasakan
Air mataku pun kini tlah mengering
Tak dapat menetes

Sesungguhnya ku tak mampu
Namun ku tak kuasa pergi dari hidupmu
Mungkin inilah suratan tangan sang khalik
Untukku tabah menjalani meski menyakitkan

SEBUAH LAGU YANG KU BUANG

Aku hanya menempatkanmu sebagai sebuah lagu
Yang baru kudengar namun dengan cepat selalu kuputar
Dan ku suka
Dan ibarat sebuah lagu pula
Kau akan cepat ku lupa

Tak lagi penting dengan melodi yang buatku terlena
Tak lagi bermakna kata perkata yang buatku jatuh cinta
Karena kau hanyalah lagu
Yang rasanya sesaat kemudian menghilang

Cukup kutahan hatiku
Takan kubuat jurang cinta yang lebih curam dari ini
Karna aku cukup tau diri
Untuk tidak menyakiti diriku sendiri dengan mencintaimu

Maaf
Tuhanku tidak mengizinkan cinta ini bersemi
Dia tau, aku sakit
Dia takkan membiarkanku lebih sakit

Sabtu, 07 Maret 2015

MENDEBAT KEBENARAN

Politik memanas, ekonomi terpuruk, degradasi moral
Opini'pun bergulir bagai bola liar
Pengamat yang hanya mengamati
Politikus yang hanya mengeratngerat
Praktisi hukum yang selalu ingin yang praktis-praktis saja
Sejarawan yang notebene bukan pelaku sejarah
Ilmuwan dengan teorinya memformulasikan kebenaran

Semua menyampaikan kebenaran
Semua mendebat kebenaran
Teori ilmiah, hipotesa, atau bahkan hanya praduga
Kebenaran yang belum pasti dasar dan pijakannya
Kebenaran dulu terbantahkan kebenaran sekarang
Kebenaran kini mungkin akan terbantahkan kebenaran yang akan datang
Kebenaran semakin samar-samar terkabuti keakuannya

Kebenaran diperkosa masal
Ramai-ramai menodai kehormatan
Kebenaran tak lagi meraja dari para pelontar kebenaran
Kebenaran layaknya komoditas non migas
Di televisi
Di koran-koran
Di dunia maya

Kebenaran jadi buronan
Dicari-cari di forum debat kusir
Didebat dalam ruang sidang
Di arak-arak di pengadilan jalanan
Di idam-idamkan bukan hanya oleh ibu hamil
Bahkan sampai ke liang kubur
Si mayat pun harus menjadi pengungkap suatu kebenaran

Biarlah waktu terus bergulir
Hingga kebenaran memperlihatkan rupanya
Hingga para pencari kebenaran
Tak tersesat di ujung keakuannya

UJAR SEORANG GILA

Hehehe
Garuk-garuk kepala aku dibuatnya
Betapa tidak..?
Aku saja ingin waras tapi mereka seperti gila
Aku melompat-lompat mereka lompat dari gedung bertingkat
Aku tertawa kecil mereka terbahak-bahak diatas luka
Menangisku karena hampa menangis mereka air mata buaya
Pikiranku apa adanya pikiran mereka lebih menggila
Tatap mataku kosong tatapan mereka penuh tanda tanya
Ujarku meracau ujar mereka mengacau balau
Aku mengotori tangan mereka malah mencuci tangan
Buang hajatku sembarangan mereka buang buah cintanya di sembarang sampah

Hahaha
Dunia sudah terbalik rupanya
Aku ingin jadi kamu malah kamu ingin jadi aku
Aku makan dari yang tersisa mereka makan sendiri hingga tak tersisa
Aku yang sedikit waras terpenjara mereka yang memang tak waras malah bertamasya
Aku tidur siang mereka meniduri balai sidang
Aku tidur malam mereka meniduri kupu-kupu malam
Jari-jariku berlumur debu jari-jari mereka berlumur darah
Tubuhku telanjang dada mereka menelanjangi dada
Telingaku tuli tak mendengar telinga mereka mendengar tapi seperti tuli
Mulutku bau busuk sampah mulut mereka bau busuk narkoba

Hihihi
Temanku jadi bertambah
Tapi mereka mengucilkan aku
Tak ingin dekat denganku
Padahal perilaku mereka tak ubahnya diriku
Aku begini karena memang aku gila
Tapi mereka tak waras padahal bukan orang gila

Huhuhu
Aku menangis mereka bukan menangisi diriku yang gila