Jumat, 17 April 2015

CINTAMU BERTABUR DUSTA

Keindahanmu silaukan penglihatanku
Kata manismu indahkan pendengaranku
Lama ku menemani hidupmu berteman dustamu

Semakin ku larut bersamamu
Semakin ku ingin meninggalkan dirimu
Tapi hatiku membelengguku
Merantai langkahku
Menahanku tuk terus bersamamu
Entah aku yang naif dan lugu
Atau..
Kau tak memiliki hati
Hingga tak henti menaburkan kedustaan di hidupku

Canda tawa bahagia ini hanya keterpaksaan
Tuk menyembunyikan ketidakadilan yang ku rasakan
Air mataku pun kini tlah mengering
Tak dapat menetes

Sesungguhnya ku tak mampu
Namun ku tak kuasa pergi dari hidupmu
Mungkin inilah suratan tangan sang khalik
Untukku tabah menjalani meski menyakitkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar