Tak pernah ku inginkan dirimu seperti itu
Meninggalkan aku begitu saja
Menahan luka yang memerah untuk kesekian kali
Membalut hati yang letih dengan air mata
Ketika waktu telah diujung penantian
Saat kita akan berpisah
Tataplah mataku untuk terakhir kali
Dan kau akan Mendapatkan kedamaian yang memang sengaja kusimpan untukmu
Rinai mimpi temani sepiku yang mengendap
Kala aku mengingatmu, dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi, jalani hidup sendiri
Andai waktu terulang
Aku akan tetap tak berubah
Selalu ada cerita tersimpan di hatiku
Tentang kita tersenyum
Tentang kita tertawa
Yang kini tinggal kenangan
Sebab kau lah penyebab kita berpisah!
Apakah pernah kau rasakan apa yang aku rasakan..?
Tersenyumlah ketika kau ingat aku
Menangislah jika kau mengingat semuanya
Aku bungkam disini menyendiri
Bukan karena aku tak peduli
Tapi,
Aku tak tahu
Apalagi yang harus kulakukan untuk untuk hadirkan senyummu lagi
Karena perih itu pun jelas terbayang dimataku
Aku tak disampingmu
Bukan aku tak mau
Karena aku tak tahu lagi
Bagaimana aku bisa menghadirkan dirimu lagi
Kenangan dirimu tentang tertawa, ceria dan bahagia
Seperti dulu
Ketika aku mencoba untuk melupakanmu
Semua tak bisa
Karena ternyata hanya kenanganmu lah yang tak hilang!
Datanglah padaku ketika kau membutuhkan perasaan ini
Aku akan setia menunggumu
Berlari mengejar angin, tertepi riuh deburnya bunga
Menanti cinta tulus akan menepi
Takkan lagi ku mendengar suaramu sebagai keajaiban diriku
Bayang dirimu menghilang
Takkan kudengar lagi suaramu, nyanyikan keajaiban kecilmu
Saat embun pagi datang getarkan relung hati kecil'ku
Akankah terasa lagi senja yang hadir saat kau beri padaku dulu..?
Menatap langit biru terlukis senyum ceria
Bertaburkan riuh indah dunia
Aku adalah lelaki yang memegang teguh janjiku
Dan bertahan seterjal apapun cinta itu
Tak peduli ia tak memperdulikanku
Aku tetap setia menantinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar